Senin, 16 Februari 2015

Jenis Kandang Sapi Perah di Indonesia

Jenis Kandang Sapi Perah di Indonesia ~ Ada beberapa jenis kandang sapi perah yang ada di Indonesia, menurut Ambo Ako jenis kandang sapi perah ada 6 macam jenis. Jadi pada postingan saya kali ini, saya akan membahas tentang 6 jenis kandang sapi perah yang ada di Indonesia.
Jenis Kandang Sapi Perah di Indonesia
Kandang sapi dewasa

Ukuran kandang 1,75 x 1,2 m, masing-masing dilengkapi tempat makan dan tempat air minum dengan ukuran masing-masing 80 x 50 cm dan 50 x 40 cm. Kandang sapi dewasa dapat juga dipakai untuk sapi dara.

Kandang pejantan

Sapi pejantan pada umumnya dikandangkan secara khusus. Ukuran lebih besar dari pada kandang induk dan konstruksinya lebih kuat. Bentuk yang paling baik untuk kandang pejantan adalah kandang yang berhalaman atau Loose Box.

Lebar dan panjang untuk kandang pejantan minimal 3 x 4 m dengan ukuran halaman 4 x 6 m. Tinggi atap hendaknya tidak dijangkau sapi yaitu 2,5 m, tinggi dinding kandang dan pagar halaman 180 cm atau paling rendah 160 cm. Lebar pintu 150 cm dilengkapi dengan beberapa kayu penghalang. Pagar halaman terbuat dari tembok setinggi 1 m, di atasnya dipasang besi pipa dengan diameter 7 cm, disusun dengan jarak 20 cm.

Lantai kandang dibuat miring ke arah pintu, perbedaan tinggi paling tidak 5 cm. Lantai halaman lebih baik dari beton. Perlengkapan lain yang diperlukan sama seperti pada kandang yang lain. Pemberian ransum harus dilakukan dari luar kandang/dinding demi untuk keamanan.

Kandang pedet

Kandang pedet ada 2 macam yaitu individual dan kelompok. Untuk kandang individual sekat kandang sebaiknya tidak terbuat dari tembok supaya sirkulasi udara lancar, tinggi sekat + 1 m. Ukuran kandang untuk 0 – 4 minggu 0,75 x 1,5 m dan untuk 4 – 8 minggu 1 x 1,8 m.

Pada kandang kelompok adalah untuk anak sapi yang telah berumur 4 – 8 minggu dengan ukuran 1 m2/ekor dan pada umur 8 – 12 minggu 1,5 m2/ekor dengan dinding setinggi 1 m. Dalam satu kelompok sebaiknya tidak dari 4 ekor. Tiap individu harus dilengkapi tempat makan dan tempat air minum.

Kandang kawin

Tempat kawin dibuat pada pada bagian yang berhubungan dengan pagar halaman kandang pejantan yang diatur dengan pintu-pintu agar perkawinan dapat berlangsung dengan mudah dan cepat. Ukuran kandang kawin; panjang 110 cm, lebar bagian depan 55 cm, lebar bagian belakang 75 cm, tinggi bagian depan 140 cm dan tinggi bagian belakang 35 cm. Bahan kandang kawin sebaiknya digunakan balok berukuran 20 x 20 cm. Tiang balok ditanam ke dalam tanah sedalam 50 – 60 cm dan dibeton supaya kokoh.

Kandang isolasi / Kandang darurat

Kandang ini dibangun sebagai tempat pengobatan sapi yang sakit. Pada tempat ini sapi yang sakit dapat diobati dengan mudah dan sapi tidak sukar ditangani. Ukuran kandang yaitu; panjang 150 cm, lebar 55 cm dan tinggi 150 cm. Letaknya terpisah dengan kandang sapi yang sehat dengan tujuan penyakit tidak mudah menular.

Kandang melahirkan

Ukurannya 6 x 6 m, perlengkapannya sama dengan kandang sapi dewasa. Lantainya miring ke arah pintu tiap 1 m turun 1 cm dan dibuat kasar. Sebaiknya kandang melahirkan ini tidak dekat dengan kandang pedet. Selokan pembuangan terpisah dari selokan kandang dewasa. Sudut-sudut dinding dibuat melengkung agar mudah dibersihkan.

Minggu, 15 Februari 2015

Macam-Macam Penyakit pada Sapi

Macam-Macam Penyakit pada Sapi ~ Pada pembahasan kali ini saya akan menerangkan apa saja penyakit yang biasa timbul pada hewan sapi tersebut. Kebutuhan gizi pada masyarakat kita harus terpenuhi, begitu pula dengan apa yang dikonsumsi, harus bebas dari kuman dan penyakit. Apalagi kalau sapi sudah terkena berbagai penyakit, akan sangat susah dan mahal dalam pengobatannya.

 
Berikut ini adalah macam-macam penyakit yang biasa timbul pada hewan sapi :

 DIARE

Sama juga seperti manusia, sapi juga bisa mengalami penyakit diare atau biasa disebut mencret. Diare pada hewan ternak berbeda pada manusia, pada hewan sapi ini diare lebih kepada tanda atau gejala klinis dari sebuah penyakit yang lebih kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, bisa berupa bakteri dan kuman.

Pada umumnya diare adalah suatu gejala klinis yang menunjukan perubahan fisiologis di dalam tubuh terutama pada bagian sistem pencernaan. Ciri-ciri sapi mengidap diare adalah masih mau makan, tubuhnya masih sehat (tidak pucat), fesesnya lembek sampai cair tanpa disertai perubahan lainnya seperti tidak berbau atau biasanya terdapat bercak darah pada feses tersebut.

Faktor penyebab lainnya juga ada berasal dari infeksi virus seperti bakteri, virus, maupun parasit. Kalau sudah begini maka gejakla yang akan ditimbulkan pada sapi adalah mengalami diare terus menerus, feses lembek sampai cair, tubuhnya mulai terlihat kurus, pucat, lemah dan lesu, dari mata sapi dan hidung akan keluar lendir, bulu sapi pun jika diraba akan terasa lebih kasar, kaku dan juga aka mengalami kerontokan.

Nafsu makan pada sapi pun juga akan menurun, jika sudah mengalami diare yang disebabkan infeksi virus ini, biasanya sapi akan menjerit atau merintih, jalannya juga akan sempoyongan dan bahkan sapi akan terjatuh dan akibat fatal dari ini adalah sapi akan mengalami kematian.

KEMBUNG

Penyakit ini adalah penyakit yang sangat berbahaya, karena penyakit kembung pada sapi dapat menyebabkan kematian. Karena jantung pada sapi terletak disebelah kanan perut, berbeda halnya dengan letak jantung pada manusia yang berada di dada. Jika sapi mengalami kembung maka jantung sapi akan terhimpit oleh angin dan asam lambung saat menderita kembung.

Gejala klinis pada sapi yang terkena penyakit kembung ini adalah seperti perut bagian kiri atas membesar dan cukup keras, bila ditepuk akan terasa ada udara dibaliknya, dan berbunyi seperti tong kosong, ternak merasa tidak nyaman, menghentakkan kaki atau berusaha mengais-ais perutnya, ternak sulit bernafas atau bernafas melalui mulut, sering berkemih/kencing dan mengejan, hidung kering, nafsu makan turun/tidak mau makan sama sekali, pada kasus yang berat akhirnya tidak dapat berdiri dan mati.

CACINGAN

 Penyakit yang disebabkan oleh cacing merupakan kejadian yang cukup sering menyerang ternak sapi. Penyakit yang cukup sering menyerang sapi muda dan biasanya terjadi pada musim hujan atau dalam kondisi lingkungan yang basah atau lembab ini umumnya disebabkan oleh cara pemeliharaan yang kurang diperhatikan sehingga infeksi yang parah dapat menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Cacing memang memerlukan kondisi lingkungan yang basah, artinya cacing tersebut bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik bila tempat hidupnya berada pada kondisi yang basah atau lembab, selain itu perlu juga diwaspadai kehadiran siput air tawar yang menjadi inang perantara cacing sebelum masuk ke tubuh ternak.

Pada peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan yang masih bersifat tradisional yakni dengan membiarkan ternaknya mencari pakan sendiri meskipun pada lingkungan yang disinyalir telah terkontaminasi dengan cacing akan lebih memudahkan ternak terinfestasi cacing ketimbang sapi yang dipelihara dengan sentuhan pemeliharaan modern.